Langkah² Pembayarn Premi melalui ATM BNI

Langkah² Pembayaran Premi melalui ATM BNI

1. Masukkan kartu ATM BNI

2. Pilih “Bahasa Indonesia” atau “Bahasa Inggris”
3. Masukkan PIN Anda
4. Pilih “Lanjutkan”
5. Pilih “Pembayaran”
6. Pilih “Menu Berikutnya”
7. Pilih “Asuransi”
8. Pilih “Prudential”
9. Pilih “Premi Pertama atau “Premi Lanjutan/TopUp”
10. Masukkan “Kode Bayar”“Nomor Polis Anda”
11.  Masukkan jumlah Premi
12.  Pilih jenis rekening
13.  Konfirmasi Pembayaran
14.  Simpan struk sebagai bukti pembayaran.

Kode Bayar:
Premi Pertama                        : 7250
Premi Lanjutan                       : 7251
Top-Up                                       : 7252
Biaya Cetak Ulang Polis       : 7253
Biaya Perubahan Polis         : 7254
Biaya Cetak Kartu                  : 7255

Catatan: Untuk pembayaran premi melalui ATM, berlaku hanya untuk 1 (satu) nomor Polis per transaksi.

FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL

FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL
NO: 21/DSN-MUI/X/2001
Tentang
PEDOMAN UMUM ASURANSI SYARI’AH
________________________________________

Menimbang :
Mengingat :
Memperhatikan :
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : FATWA TENTANG PEDOMAN UMUM ASURANSI SYARI’AH
Pertama : Ketentuan Umum
1. Asuransi Syariah (Ta’min, Takaful atau Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan / atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.
2. Akad yang sesuai dengan syariah yang dimaksud pada point (1) adalah yang tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan maksiat.
3. Akad tijarah adalah semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial.
4. Akad tabarru’ adalah semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata untuk tujuan komersial.
5. Premi adalah kewajiban peserta Asuransi untuk memberikan sejumlah dana kepada perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad.
6. Klaim adalah hak peserta Asuransi yang wajib diberikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad.

Kedua: Akad dalam Asuransi
1. Akad yang dilakukan antara peserta dengan perusahaan terdiri atas akad tijarah dan / atau akad tabarru‘.
2. Akad tijarah yang dimaksud dalam ayat (1) adalah mudharabah. Sedangkan akad tabarru’ adalah hibah.
3. Dalam akad, sekurang-kurangnya harus disebutkan :
a. hak & kewajiban peserta dan perusahaan;
b. cara dan waktu pembayaran premi;
c. jenis akad tijarah dan / atau akad tabarru’ serta syarat-syarat yang disepakati, sesuai dengan jenis asuransi yang diakadkan.

Ketiga: Kedudukan Para Pihak dalam Akad Tijarah & Tabarru’
1. Dalam akad tijarah (mudharabah), perusahaan bertindak sebagai mudharib (pengelola) dan peserta bertindak sebagai shahibul mal (pemegang polis);
2. Dalam akad tabarru’ (hibah), peserta memberikan hibah yang akan digunakan untuk menolong peserta lain yang terkena musibah. Sedangkan perusahaan bertindak sebagai pengelola dana hibah.

Keempat : Ketentuan dalam Akad Tijarah & Tabarru’
1. Jenis akad tijarah dapat diubah menjadi jenis akad tabarru’ bila pihak yang tertahan haknya, dengan rela melepaskan haknya sehingga menggugurkan kewajiban pihak yang belum menunaikan kewajibannya.
2. Jenis akad tabarru’ tidak dapat diubah menjadi jenis akad tijarah.

Kelima : Jenis Asuransi dan Akadnya
1. Dipandang dari segi jenis asuransi itu terdiri atas asuransi kerugian dan asuransi jiwa.
2. Sedangkan akad bagi kedua jenis asuransi tersebut adalah mudharabah dan hibah.

Keenam : Premi
1. Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad tijarah dan jenis akad tabarru‘.
2. Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi syariah dapat menggunakan rujukan, misalnya tabel mortalita untuk asuransi jiwa dan tabel morbidita untuk asuransi kesehatan, dengan syarat tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya.
3. Premi yang berasal dari jenis akad mudharabah dapat diinvestasikan dan hasil investasinya dibagi-hasilkan kepada peserta.
4. Premi yang berasal dari jenis akad tabarru‘ dapat diinvestasikan.

Ketujuh : Klaim
1. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian.
2. Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang dibayarkan.
3. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta, dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya.
4. Klaim atas akad tabarru‘, merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad.

Kedelapan : Investasi
1. Perusahaan selaku pemegang amanah wajib melakukan investasi dari dana yang terkumpul.
2. Investasi wajib dilakukan sesuai dengan syariah.

Kesembilan : Reasuransi
Asuransi syariah hanya dapat melakukan reasuransi kepada perusahaan reasuransi yang berlandaskan prinsip syari’ah.
Kesepuluh : Pengelolaan
1. Pengelolaan asuransi syariah hanya boleh dilakukan oleh suatu lembaga yang berfungsi sebagai pemegang amanah.
2. Perusahaan Asuransi Syariah memperoleh bagi hasil dari pengelolaan dana yang terkumpul atas dasar akad tijarah (mudharabah).
3. Perusahaan Asuransi Syariah memperoleh ujrah (fee) dari pengelolaan dana akad tabarru’ (hibah).

Kesebelas : Ketentuan Tambahan
1. Implementasi dari fatwa ini harus selalu dikonsultasikan dan diawasi oleh DPS.
2. Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara para pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syari’ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.
3. Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Jakarta
Tanggal : 17 Oktober 2001
Sumber: http://www.mui.or.id

Sebaris doa bagi saudara/i kita di Sum-Bar

Sebaris Doa untuk saudara-saudari kita di Sumatera Barat.

.

Terlintas bencana yang meluluhlantahkan kehidupan.

Mengingatkan kita akan kebesaran Sang Maha Pencipta.

Lapangkan hati dan harapan kita,

untuk bangkit kembali membangun kehidupan yang lebih baik.

.

Untuk rekan-rekan yang telah menjadi korban, doa kami untuk kalian;

- Ahmad Yusuf (Calon agen)

- Rini Marlina (Calon agen)

- Benny Skanda Putra (Calon agen)

- Yozira Putri (Calon agen)

- Fatma Erida (Calon agen)

- Risnawati (Calon agen)

- Yusra Zai (Calon agen)

- Nefriadi (Agen)

- Zulkarnaini (Agen)

- Anggiat Marudut Silitonga (Staf, Trainer)

- Maria Goretti (Istri Agency Manager)

.

Semoga diberi kebesaran hati dan ketabahan bagi saudara-saudari kita,

maupun keluarga yang menjadi korban.

.

Tersenyumlah dengan Hatimu

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana. Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.” Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald’s yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong. Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian. Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu “bau badan kotor” yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali. Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang “tersenyum” kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima ‘kehadirannya’ ditempat itu. Ia menyapa “Good day!” sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya ‘tugas’ yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah “penolong”nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga  iba2 saja sudah sampai didepan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan “Kopi saja, satu cangkir Nona.” Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu² lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua ‘tindakan’ saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah. Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap “makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua.”

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah berkaca² dan dia hanya mampu berkata “Terima kasih banyak, nyonya.” Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata “Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian.” Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata “Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan ‘keteduhan’ bagi diriku dan anak-anakku!” Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar² bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena ‘bisikanNya’-lah kami telah mampu memanfaatkan ‘kesempatan’ untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin ‘berjabat tangan’ dengan kami. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap “Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNya, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami.” Saya hanya bisa berucap “terimakasih” sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada ‘magnit’ yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu
melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orangtunawisma tadi, itu benar² ‘tindakan’ yang tidak pernah terpikir  oleh saya dan sekaligus merupakan ‘hidayah’ bagi saya, maupun bagi orang² yang ada disekitar saya saat itu. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa ‘kasih sayang’ Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan ‘cerita’ ini ditangan saya. Saya menyerahkan ‘paper’ saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, “Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?” dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya. Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya. “Tersenyumlah dengan ‘HATImu, dan kau akan mengetahui betapa ‘dahsyat’ dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu.”

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah ‘menggunakan’ diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald’s, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: “PENERIMAAN TANPA SYARAT.”

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada ‘malaikat’ yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!

Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya ’sahabat yang bijak’ yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu. Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisamendapatkannya. Orang-orang muda yang ‘cantik’ adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang ‘cantik’ adalah hasil karya seni. Belajarlah dari
PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri.

Sumber: Milis

Pru Hospital & Surgical (Pru HS)

PRU Hospital And Surgical

Pru Hospital and Surgical merupakan raider atau tambahan manfaat yang di dapat oleh nasabah Unit Link Prudential dimana tanda kepemilikan raider ini dengan diberikannya sebuah kartu PruHS.

Kartu PruHS

Kartu ini dapat di pergunakan sebagai pengganti uang tunai pada saat anda membutuhkan pelayanan rawat inap di rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan Prudential dan SOS International. Saat ini sudah ada ratusan rumah sakit di kota kota besar maupun kota kabupaten yang tersebar di seluruh indonesia yang sudah berada dalam jaringan SOS International atau menjadi rujukan Prudential.

Penggunaan kartu PHS ini tidaklah rumit. Cukup dengan menunjukkan kartu tersebut ke rumah sakit rumah sakit yang telah di tunjuk. Dan mereka akan mengkonfirmasikan keabsahan kartu anda ke SOS Hotline 24 jam. Apabila kartu tersebut sahdan berlaku, maka anda tidak lagi memerlukan uang tunai atau jaminan untuk dapat di rawat di rumah sakit sesuai dengan kelas yang anda miliki.

Manfaat

Manfaat Pru Hospital & Surgical adalah mengcover diantaranya: Biaya Rawat Inap, Biaya Dokter selama rawat inap, Biaya Operasi, Biaya biaya yang mungkin timbul atas tindakan medis lainnya. Dengan kemudahan ini di harapkan nasabah prudential tidak perlu lagi repot repot untuk mengurus claim asuransi kesehatan pada saat di butuhkan.

PruHS Plan

Hub: Antonius Happy Kurniawan

HP: 0812 181 1378, 021-3355 3037

Emai: prusafir78@yahoo.co.id

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

ucapan Lebaran 1430 H

Kami mengucapkan;

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

Mohon Maaf Lahir & Batin

Perkumpulan Entrepreneurship Center Indonesia Segera Dibentuk

Pendidikan kewirausahaan terus diintensifkan di perguruan tinggi. Sebanyak 1.317 dosen dari 317 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia sudah dilatih.

Nantinya di kampus-kampus dibentuk pusat kewirausahaan. Masyarakat entrepreneur yang terbentuk di kampus-kampus itu diharapkan bersatu dalam Perkumpulan Entrepreneurship Center Indonesia yang segera dibentuk. Tujuannya supaya persatuan itu dapat menjadi inspirator, katalisator dan agen perubahan untuk membangun dan memperluas masyarakat entrepreneur di Indonesia dengan cara saling berjejaring dan saling belajar antar pusat kewirausahaan dan individu pendidik entrepreneurship di seluruh Indonesia.

Hadir dalam acara pembentukan tim di Jakarta, Kamis (10/9), adalah Ciputra sebagai pendiri Universitas Ciputra Entrepreneurship Center dan penggagas terbentuknya Perkumpulan Entrepreneurship Center Indonesia, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Fasli Jalal, dan Hendarman Anwar, Direktur Kelembagaan Depdiknas.

Tim yang terbentuk bertugas untuk menyiapkan pembentukan persatuan entrepreneurship center Indonesia sekaligus menyiapkan seminar internasional entrepreneurship, pengiriman 20 dosen Indonesia ke Global Faculty Visitor Program oleh Kauffman Foundation di Amerika Serikat, partisipasi Indonesia di Global Entrepeneurship Week sebuah kegiatan global simultan dimana 88 negara secara simultan melakukan berbagai kegiatan promosi entrepreneurship di negara masing-masing pada 16-22 November.

Ciputra mengatakan untuk mewujudkan visi diatas diharapkan persatuan ini akan menjadi wadah untuk bertemu dan berjejaring, untuk pembinaan dan pengembangan anggota, baik dalam bentuk pelatihan maupun pemberian award, untuk menyalurkan aspirasi dan advokasi dan untuk mengembangkan sertifikasi pendidik entrepreneurship.

Fasli Jalal mengatakan kewirausahaan mesti menjadi perhatian serius untuk mengatasi pengangguran terdidik. Saat ini ada sekitar satu juta lulusan perguruan tinggi yang menganggur karena berharap mendapat pekerjaan, bukan mencari peluang untuk menciptkan pekerjaan.

Pelatihan dan pendidikan kewirausahaan yang dialami mahasiswa setidaknya dua tahun, kata Fasli, bisa menjadi bekal yang cukup untuk mempersipkan sarjana yang memiliki jiwa wirausaha. Pengalaman itu bisa mendorong mereka mampu membuat proposal program usaha yang baik yang dilirik bank untuk mendapatkan kucuran dana kredit usaha rakyat yang disediakan pemerintah.

Sumber: edukasi.kompas.com / KAMIS, 10 SEPTEMBER 2009

Ilustrasi MCC (Rp.33 ribu/hr = Rp. 1 juta/bln)

Ilustrasi MCC Rp 33 ribu/hr = Rp 1 juta/bln

MCC 05 - Hub

Contoh Ilustrasi :

Pria usia 36 tahun, Tidak merokok.

Rencana menabung:  Rp 1 Juta ribu perbulan selama 10 tahun.

Manfaat nilai Tunai/Dana Pensiun (Asumsi pertumbuhan 15% pertahun)

Pada saat usia Nasabah  55 tahun tersedia dana sebesar : Rp    359.338.000,-

Pada saat usia Nasabah  65 tahun tersedia dana sebesar : Rp 1.219.039.000,-

Pada saat usia Nasabah  75 tahun tersedia dana sebesar : Rp 4.829.618.000,- (4,8 Milyar)

Jadi saat Anda menabung di Prudential, Anda bukan saja merencanakan biaya penyakit kritis, melainkan juga mempersiapkan dana pension bahkan telah mempersiapkan diri untuk menjadi seorang Milyarder

Manfaat lain yang akan diterima:

Asuransi Jiwa, Kesehatan, Sakit Kritis dan Kecelakaan

Prulink Assurance Account

Jika Terjadi Resiko Meninggal BUKAN karena kecelakaan sebelum usia 99 thn, Keluarga (Ahli Waris) akan mendapat Santunan Rp 120 juta ditambah Nilai Tunai yang ada.

Pru Personal Accident Death & Disablement

Jika Terjadi Resiko Meninggal karena kecelakaan sebelum usia 60 thn, Keluarga (Ahli Waris) akan mendapat Santunan Rp 100 juta ditambah ditambah Nilai Tunai yang ada.

Pru Med

Jika Nasabah Opname di Rumah Sakit, Prudential akan Memberikan santunan sebesar Rp 360.000,-/hari (Kamar Biasa) dan Ruang ICU Rp 720.000,-/hari, Pembedahan Rp 900.000,- sd Rp 3.600.000,-.

Pru Hospital & Surgical

Jika Nasabah Opname di Rumah Sakit, Prudential akan Memberikan santunan untuk Rawat Inap, Kunjungan dokter (umum dan spesialis), tindakan operasi, biaya aneka perawatan rumah sakit, perawatan oleh juru rawat setelah rawat inap, biaya perawatan sebelum & setelah rawat inap, biaya ambulan, rawat jalan, perawatan kanker dan juga cuci darah.

PruHS - B(klik tabel untuk perbesar)

Pru Multiple Crisis Cover

Jika Nasabah kurang beruntung, dimana nasabah mengalami Sakit Kritis (Stroke, Kanker, Jantung, dll) Nasabah akan mendapat santunan Sebesar Rp 75 juta dan STOP MENABUNG.

Pru Payor

Jika Nasabah kurang beruntung, dimana nasabah mengalami Sakit Kritis (Stroke, Kanker, Jantung, dll)maka STOP MENABUNG, selanjutnya Prudential yang akan meneruskan tabungannya sampai usia Nasabah 65 tahun.

Jadi tabungan Nasabah akan ditabungkan sebesar Rp 1.000,000,-/bulan atau Rp 12 juta/tahun ke dalam Rekening hingga nasabah berusia 65 tahun.

Hmm…, menarik Bukan…?

Untuk mengetahui lebih detil mengenai rekening ini, Anda dapat menghubungi:

Nama                   : Happy Kurniawan

Kode Agen           : 00150452

Sertifikasi AAJI : 11220654

HP                         : 0812 181 1378 atau 021-3355 3037

Email                    : prusafir78@yahoo.co.id


Tag:produk asuransi prudential34 penyakit kritisRS Rujukan Prudential (SOS International)
“Permohonan Ilustrasi”