Biaya Masuk Kuliah (PTN) diatas 100 juta

Jakarta, Kompas, Senin 12 Mei 2008

BIAYA MASUK PTN BISA LEBIH DARI Rp.100 JUTA

Jalur Masuk Amat Beragam

JAKARTA, KOMPAS – Biaya masuk perguruan tinggi negeri bisa mencapai angka di atas Rp. 100 juta, sementara setiap semester dapat mencapai Rp70 juta. Tingginya biaya tersebut semakin memperkecil akses masuk ke pendidikan tinggi.

Demikian benang merah persoalan menyangkut biaya masuk perguruan tinggi negeri yang didapatkan Kompas dalam pencarian selama sepekan terakhir, mulai dari Jakarta (DKI Jakarta), Semarang (Jawa Tengah), Bandung (Jawa Barat), Surakarta (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), hingga Makassar (Sulawesi Selatan).

Besar biaya masuk perguruan tinggi (PTN) tersebut bergantung pada program S1 yang diambil serta bidang ilmu yang dipilih. Program tersebut beragam dan berbeda antara satu PTN dan PTN lain. Bahkan ada PTN yang membuka program internasional. Pada program ini, mahasiswa membayar biaya berlipat-lipat dibandingkan program reguler pada setiap semesternya. Bagi para calon mahasiswa yang gagal masuk melalui program S1 reguler lewat seleksi nasional masuk PTN (SNMPTN), hampir semua PTN yang dihubungi memiliki program non-SNMPTN. Biaya masuk program non-SNMPTN ini lebih tinggi dibandingkan jalur SNMPTN. Program non-SNMPTN ini pun berbeda antara satu PTN dan PTN lain – ada yang memiliki lebih dari lima program.

Semua angka tersebut dapat kita bandingkan dengan biaya kuliah di National University of Singapore yang biayanya (tuition fee) berkisar 9.540 dollar Singapura – 27.350 dollar Singapura atau di Malaysia, Universitas Kebangsaan Malaysia, yang memasang biaya 1.167 ringgit Malaysia hingga 1.500 ringgit Malaysia.

Kelas International

Dari sejumlah program seleksi penerimaan mahasiswa baru, yang termahal adalah jalur international. Universitas Indonesia pada tahun ini menerapkan jalur tersebut. Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Somantri menjelaskan selain program S1 reguler, pihaknya mambuka kelas international untuk Fakultas Kedokteran, Tekhnik, Ekonomi, Psikologi, dan Ilmu Komputer. Biaya kuliah per semester tiga kali lipat program S1 reguler.

Untuk kedokteran, uang pangkal (biaya masuk) Rp70 Juta dengan biaya per semester Rp35 juta. Fakultas Tekhnik uang per semester Rp20 juta uang pangkal Rp15 juta, Sedangkan ekonomi uang pangkal Rp26 juta dan Rp25 juta per semester. Menurut Gumilar, kelas international ini berbeda dari kelas reguler. Kurikulumnya adalah kurikulum international dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. “Mereka punya ruang kuliah khusus. Fasilitas belajar seperti ruang kuliah misalnya, standarnya lebih tinggi,” kata Gumilar. Bahkan dibeberapa fakultas seperti Psikologi, UI bekerja sama dengan Universitas Queensland, Australia untuk program double degree dan penggunaan tenaga pengajar asing.

Sementara itu Universitas Airlangga menurut Pembantu Rektor 1 Unair Muhammad Zainuddin tahun ini berencana membuka kelas international. “Segala sesuatunya sedang dirancang,” katanya. Sementara Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta jalur non-SNMPTN ada dua yaitu penelusuran bibit unggul sekolah (PBUS) dan penelusuran minat dan kemampuan (PMDK). Mereka yang gagal di PMDK bisa menggunakan program PBUS dengan syarat-syarat sama, nilai rapor SMA semester I–V rata-rata 7,0 dan tidak ada nilai dibawah 5,0.

Sumbangan pembinaan pendidikan dari program-program itu sama yaitu Rp660.000 per semester. Namun bagi PBUS masih ditambah biaya pengembangan institusi (BPI), untuk Fakultas Kedokteran Rp100 juta, tetapi hanya Rp2,5 juta bagi yang lewat PMDK. Untuk jurusan lain BPI rata-rata dibawah Rp10 juta. Menurut Pembantu Rektor I UNS Ravik Karsidi, pembukaan jalur PBUS dan SPMB swadana adalah untuk memperluas akses masuk bagi calon mahasiswa. Diakuinya, jalur ini adalah jalur “Pintar dan Kaya”.

Sementara itu menurut Ketua Tim Promosi Institut Teknologi 10 Nopember Budi Santosa, ada 5 kategori PMDK, diantaranya PMDK beasiswa. Mereka yang lolos PMDK beasiswa bebas uang gedung dan SPP. Mereka adalah pelajar dengan nilai akademis menonjol. Sementara di Universitas Airlangga ada empat jalur PMDK (umum, prestasi, alih jenjang dan diploma).

Dari wilayah timur Indonesia, Universitas Hasanuddin membuka tiga jalur non-SNMPTN, yaitu jalur non subsidi (JNS), jalur penelusuran potensi belajar dan jalur prestasi olah raga, seni dan keilmuan. Yang termahal adalah JNS. Pada jalur ini mahasiswa membayar rata-rata uang kuliah Rp20 juta setahun, sedangkan dari jalur SNMPTN rata-rata hanya Rp1,5 juta setahun. Kepala Humas Unhas Dahlan Abubakar mengatakan dana tersebut untuk subsidi silang.

Pddk - cetak

About these ads

4 Komentar

  1. Bisa gak beri info persyaratan detail masuk Ketiga jalur non SNMPTN UNHAS.Terima kasih sebelumnya;-)

  2. Hare gene..
    Smuanyaaa pke duit.
    UI, Lo ksh aj 100jt, d jamin dtrma d UI, bisa jurusan pa aj Lg,
    yaa kcuali FK n KI.
    Huh, sbel.

  3. bsa g rincian pembayaran spp persemester
    d unhas tp yang lwat jns

  4. Mbak Thesa, terima kasih atas kunjungannya.
    Untuk pertanyaan mbak Thesa, lebih tepat ditanyakan ke UnHas sendiri. Terima kasih & Sukses :)


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 104 pengikut lainnya.